Kajian Perkembangan Kawasan Kota Lama Semarang Berdasarkan Teori The Driven in Culture
Keywords:
Kota Lama Semarang, teori the driven in culture, revitalisasi, budaya, ruang kota, heritageAbstract
Kawasan Kota Lama Semarang merupakan situs warisan kolonial yang mengalami transformasi signifikan melalui proses revitalisasi dalam dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kawasan tersebut menggunakan pendekatan The Driven in Culture oleh Gerard Saucier, yang memandang transformasi budaya dan ruang sebagai hasil dari dua dorongan utama: otonomi dan keterhubungan. Melalui metode kualitatif dan studi pustaka, artikel ini mengevaluasi perubahan fungsi ruang, dampak ekonomi, pelestarian sejarah, pariwisata dan peran pemerintah dalam pembangunan kawasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dominasi dorongan otonomi telah menyebabkan ketimpangan spasial, marginalisasi nilai sejarah dan gentrifikasi, sementara nilai keterhubungan sosial belum cukup diperkuat. Oleh karena itu, revitalisasi kawasan perlu mengedepankan pendekatan yang inklusif dan kontekstual berbasis budaya lokal, guna menciptakan ruang kota yang berkelanjutan secara sosial dan historis.




