Aspek Pembentuk Ruang Rumah Kaki Seribu Suku Arfak Seturut Teori Genius Loci

Authors

  • Marissa Celline Soraya Siregar Universitas Hasanuddin
  • Ria Wikantari Universitas Hasanuddin
  • Mohammad Mochsen Sir Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.b001

Keywords:

arsitektur tradisional, genius loci, jiwa tempat, makna ruang, rumah Kaki Seribu, Suku Arfak

Abstract

Setiap rumah tradisional memiliki keunikan yang dipengaruhi lingkungan alam, budaya dan kearifan lokal, sebagaimana Rumah Kaki Seribu Suku Arfak di Provinsi Papua Barat. Kearifan lokal berkaitan erat dengan genius loci sebagai jiwa tempat dan terungkap sebagai suatu identitas setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek pembentuk ruang rumah di Kampung Demaisi, Distrik Menyambouw berwawasan teori genius loci. Jenis penelitian kualitatif, menggunakan metode observasi partisipasi pasif, dengan objek Rumah Kaki Seribu. Data dikumpulkan menggunakan teknik perekaman lapangan, wawancara tak terstruktur, serta dianalisis menggunakan langkah Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa space dibentuk oleh ukuran rumah dan pembagian ruang; character dibentuk oleh material, struktur dan konstruksi; spirit dibentuk oleh kepercayaan yang mempengaruhi bentuk konstruksi rumah; dan meaning dibentuk oleh makna rumah bagi masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa genius loci Rumah Kaki Seribu Suku Arfak dibentuk oleh kesatuan antara elemen teraga seperti ukuran, tata ruang, material, struktur, kepercayaan, dengan elemen tak-teraga seperti kepercayaan dan makna.

References

Arifin, R. (2010). Perubahan Identitas Rumah Tradisional Kaili di Kota Palu. Ruang: Jurnal Arsitektur 2.1: 221014.

Creswell, J. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Fauziah, N. (2014). Karakteristik Arsitektur Tradisional Papua. Simposium Nasional Teknologi Terapan Surabaya

Frank, S. A. K., Nurmaningtyas, A. R., Lewakabessy, B., Balingga, N., & Halembo, H. (2012). Arsitektur Tradisional Suku Arfak di Manokwari. Jayapura: CV Mitra Grafika.

Mentayani, I., & Muthia, P. R. (2012). Menggali Makna Arsitektur Vernakular: Ranah, Unsur, dan Aspek-Aspek Vernakularitas. LANTING Journal of Architecture, 1(2), 68-82.

Norberg-Schulz, C. (1980). Genius Loci; Towards a Phenomenology in Architecture. New York: Rizolli.

Prabaswara, B.C., L Hariyanto, L S Arifin. "Corrigendum: Reinterpreting local wisdom of Rumah Kaki Seribu as sustainable architecture (IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 907 (2021) 012018)" , IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021

Prasetyo, F. (2013). Manufacturing Genius loci of Indigenous Nias Architecture. Indigenous Research Indonesia Knowledge.

Rahman, N. V., Pane, I. F., & Abdillah, W. (2018). Tipologi Bangunan Pada Kawasan Simarjarun-jung (Menemukenali Perwajahan Bangunan Dengan Analisis Genius Loci). Temu Ilmiah IPLBI, 7, 71-78.Rahyono. F.X. (2009). Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widyasastra.

Said, A. A. (2004). Toraja Simbolisme Unsur Visual Rumah Tradisional, Penerbit: Ombak, Jogyakarta.

Sugiyono (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Trewartha, G. & Horn, L. H. (1980) An Introduction To Climate (5th ed.). Madison: McGraw-Hill.

Tunggadewi, R. Y., Hardiyati, H., & Handayani, K. N. (2017). Pusat Kebudayaan Sebagai Wadah Seni Pertunjukan dengan Pendekatan Genius Loci Di Kotagede. Arsitektura, 14(2).

Turan, M. (1990). Vernacular architecture and environmental response. Vernacular architecture: paradigms of environmental response, 133-136.

Warami, H. (2009). Simbolisme Visual Rumah tradisional suku Arfak Manokwari Papua Barat.

Wardiningsih, S. (2015). Arsitektur Nusantara Mempengaruhi Bentuk Bangunan yang Berkembang di Indonesia. Physics of Semiconductor Devices, 2 (2) pp 274-283 Sze S M 1969 (New York: Wiley–Interscience).

Downloads

Published

2023-12-20