Eksistensi Material Kayu pada Rumah Desa Tenganan Pegringsingan di Era Globalisasi

Authors

  • I Made Lingga Prayoga Universitas Udayana
  • A. A. Ayu Oka Saraswati Universitas Udayana
  • Ketut Mudra Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.b009

Keywords:

Desa Tenganan Pegringsingan, globalisasi, tradisi, berkelanjutan, kayu

Abstract

Desa Tenganan Pegringsingan merupakan Desa Bali Aga yang sekaligus merupakan desa tujuan wisata yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Desa Tenganan menjadi daya tarik wisata karena memiliki pola kehidupan, tradisi, dan arsitektur tradisional yang masih dapat dilihat di zaman globalisasi ini. Menjadi daya tarik wisata menyebabkan banyaknya pengunjung dengan latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini telah menyebabkan rumah tradisional di desa ini sudah mengalami perubahan, baik dari fungsi dan khususnya material bangunan rumahnya. Perubahan ini dikhawatirkan akan bertambah dan mempengaruhi kelestarian rumah tradisional, sehingga menyebabkan memudarnya identitas dan ciri khas Desa Tenganan Pegringsingan yang selama ini menjadikannya sebagai daya tarik dan warisan budaya. Perubahan pada penggunaan material hasil alam menjadi hasil industri dapat dilihat pada kondisi atap, dinding, dan lainnya. Namun, dengan kuatnya tradisi, aturan adat, dan keunggulan material alam, maka salah satu material yaitu kayu hasil hutan tetap bisa dipertahankan hingga saat ini dan diharapkan akan berkelanjutan memfasilitasi pembangunan generasi sekarang dan masa depan.

References

Aritama, A.A.N. (2023). Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kenyamanan Termal Rumah Tradisional Desa Tenganan Pegringsingan. Jurnal Patra, 5(1), 28-36.

Darma, K.A.S., & Suryada, I.G.A.B. (2023). Bale Buga Desa Adat Tenganan Pegringsingan-Sebuah Eksplorasi Tektonika Bangunan. Space, 10(1).

Indra, I.G.B.R. (2019, August). Pengaruh Modernisasi Terhadap Material Bangunan Rumah Tinggal Tradisional di Desa Adat Tenganan. In Seminar Nasional Arsitektur, Budaya dan Lingkungan Binaan (SEMARAYANA) (pp. 167-176).

Kumurur, V., & Damayanti, S. (2012). Pola perumahan dan pemukiman desa tenganan bali. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 3(2).

Maghfira, D., Pradipto, A., Hayyu, R., Farhandika, M., Ariestiarini, A., Izzah, I., ... & Pratikno, P. (2016). AKULTURASI DESA TENGANAN: Kebudayaan Arsitektur Lama Untuk Kelangsungan Masa Depan.

Mendra, I.W., & Wiriantari, F. (2016). Perubahan Spasial Permukiman Tradisional di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Bali. Jurnal Anala, 4(2).

Parwata, I.W. (2004). Dinamika Permukiman Perdesaan Pada Masyarakat Bali. Bahan Ajar), DIKTI, Jakarta.

Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: konsep dan prosedurnya.

Nurhayati, Siti. (2012). Metodologi Penelitian Praktis Edisi 2, (Pekalongan: Fakultas Ekonomi Univ. Pekalongan). Hlm.8.

Siwalatri, N.K.A. (2016, November). Tektonika Arsitektur Bali. In Seminar Nasional Tradisi dalam Perubahan: Arsitektur Lokal dan Rancangan Lingkungan Terbangun-Bali.

Strauss, A., & Corbin, J. (1998). Basic of qualitative research techniques.

Subrata, I.W., Wibawa, I.P.S., Artatik, I.G.A.K., & Sukarta, I.B.A. (2017). Hutan Dalam Lindungan Hukum Desa Adat di Bali.

Sumunar, D.R.S., Suparmini, S., & Setyawati, S. (2017). Masyarakat desa adat tenganan pegringsingan. Jurnal Penelitian Humaniora, 22(2), 111-124.

Suryadarma, I.G.P. (2008). Peran hutan masyarakat adat dalam menjaga stabilitas iklim satu kajian perspektif deep ecology (Kasus masyarakat desa adat Tenganan, Bali). Jurnal Konservasi Flora Indonesia Dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global, 50-56.

Wibawa, S., & Putu, I. (2017). Buku Hutan dalam Lindungan Desa Adat.

Wirantari, I.D.A.P. (2018). Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Tanah di Desa Tenganan. Seminar Nasional Sistem Informasi (SENASIF), 2, 1613–1620.

Downloads

Published

2023-12-20