Kajian Karakterisktik Arsitektur Tradisional Rumah Adat Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara

Authors

  • Desty Vidia Putri Universitas Malikussaleh
  • Armelia Dafrina Universitas Malikussaleh
  • Fidyati Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.b015

Keywords:

arsitektur tradisional, rumah adat, fasad

Abstract

Aceh Tenggara atau lebih dikenal dengan sebutan ibukotanya yaitu Kutacane, daerah yang kaya dengan seni dan budaya salah satunya adalah rumah adat Alas. Rumah adat Alas dibangun dengan memperhatikan kegunaan, serta fungsi sosial, dan arti budaya dibalik corak atau gaya arsitekturnya. Penilaian dapat dilihat dari kebiasaan masyarakat ketika rumah tersebut dibangun seperti upacara adatnya. Untuk melestarikan rumah adat Suku Alas, maka pemerintah daerah membangun replika rumah adat suku alas yang dapat dijumpai di 2 desa yang ada di Aceh Tenggara, yaitu di Desa Kampung Baru dan Desa Mbarung. Perbedaan pada setiap rumah adat tersebut akan dibahas dalam penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan karakteristik dari kedua rumah adat di Desa Kampung Baru dan Desa Mbarung dan untuk mengetahui bagaimana kajian karakteristik arsitektur tradisional rumah adat Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasif, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini memunjukkan bagaimana perbedaan dan persaaman dari karakteristik rumah adat Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara.

References

Krier, R. (2001). Komposisi Arsitektur (H. Wibi (ed.); 1st ed.). Erlangga.

Muna, J., Kalsum, E., & Putro, J. D. (2021). Identifikasi Elemen Arsitektur Pada Fasad Bangunan Heritage Di Kawasan Pecinan Singkawang, Kalimantan Barat Studi Kasus: Bangunan Kolonial. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur, 9(2), 441. https://doi.org/10.26418/jmars.v9i2.47625

Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Tenggara. (2014). Adat Si Empat Pekakhe.

Kleden, U. C. and Fanani, F. (2017). Harmonisasi Ketentuan Peruntukan Bangunan Cagar Budaya dalam Perspektif Regulasi di Kawasan Budaya Kotabaru, Kota Yogyakarta-DIY. ReTII. 00.

Nurgiyantoro, Burhan. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM Press.

Rapoport, Amos. (1969). House Form and Culture. Milwaukee: University of Wisconsin.

Soeroto, M. (2003). Dari Arsitektur Tradisional Menuju Arsitektur Indonesia. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

Wondoamiseno, R.A. (1991). Regionalisme dalam Arsitektur Indonesia: Sebuah Harapan. Yogyakarta: Yayasan Rupadatu

Destri. (2011). ubaiselian.blogspot.com. Aceh Tenggara Lama dalam Photo. https://ubaiselian.blogspot.com/2011/01/aceh-tenggara-lama-dalam-photo.html

Symbol Around Us. (2020). Facebook. https://www.facebook.com/107128177747382/posts/mesikhat-dan-kerawang-seni-gambar-dari-suku-suku-di-pegunungan-tengah-acehmesikh/121373696322830/

Moughtin, Cliff. (1992). Urban Design: Street and Square. Madison: Butterworth Architecture.

Pramono, A. (2013). Media Pendukung Pembelajaran Rumah Adat Indonesia Menggunakan Augmented Reality. J. ELTEK. 11(01), pp. 1693–4024.

Downloads

Published

2023-12-20