Desain Fasilitas Ruang Vokasional bagi Anak Penyandang Autis

Authors

  • Hafilda Universitas Komputer Indonesia
  • Tri Widianti Natalia Universitas Komputer Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.c001

Keywords:

autis, bakat, fasilitas ruang, minat, profesi

Abstract

Angka kasus anak-anak penyandang autisme yang semakin tinggi di Indonesia tidak turut menjadikan fasilitas ruang di pusat pendidikan inklusif menjadi lebih baik. Hal ini berdampak pada daya saing ABK Autis yang kerap menghadapi kesulitan untuk terjun ke dunia kerja. Persaingan semakin ketat karena kualifikasi yang diminta oleh perusahaan untuk mengisi sebuah posisi semakin banyak. Kesulitan beradaptasi di lingkungan pekerjaan karena tidak semua perusahaan mau menerima keterbatasan kondisi autisme semakin mempersempit kesempatan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Autis untuk bekerja sesuai dengan minat dan bakat. Penelitian ini bertujuan mendorong sekolah bagi ABK Autis untuk memberikan fasilitas vokasional yang kondusif. Melalui metode penelitian deskriptif, data yang telah dikumpulkan dari hasil observasi, analisis dan wawancara, bahwa jenis pekerjaan yang banyak digeluti oleh penderita autisme berkaitan erat dengan bidang seni, sehingga dibutuhkan rancangan fasilitas ruang vokasional sebagai wadah pengembangan kemampuan dan keterampilan diri sesuai minat dan bakat yang adaptif untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

References

Ashburner, J., Ziviani, J., Associate Professor, is, & Rodger, S. (2008). Sensory Processing and Classroom Emotional, Behavioral, and Educational Outcomes in Children With Autism Spectrum Disorder KEY WORDS • autism • pediatrics • pervasive development disorders • school • sensory. American Journal of Occupational Therapy, 62(5), 564–573. http://ajot.aota.org/

Dzaki, I., Syauqi, N., & Abioso, W. S. (2021). Perencanaan Ruang Komunal Pada Area Retail Stasiun. 2(1), 1–5.

Farmer, G., & Guy, S. (2010). Making morality: sustainable architecture and the pragmatic imagination. Building Research & Information, 38(4), 368–378. https://doi.org/10.1080/09613218.2010.482236

Fitri, C. N., Dewiyanti, D., & Irmansyah, F. (2022). Definisi Konsep Kreatif Dalam Perancangan Digital Creative Center. DESA Jurnal Desain Dan Arsitektur, 3(1), 2022. https://ojs.unikom.ac.id/index.php/desa/index

Hidayat, S., & Natalia, T. W. (2022). Desain ruang terapi wicara anak penyandang autisme. 3(September), 69–78.

Jadhav, A. (2016). Effect of Texture on Autistic Children.

Komarasari, M. T., & Handayani, T. W. (2023). Perancangan pusat pengembangan potensi anak melalui pendekatan pengaruh warna sebagai stimulus bagi anak. 4(1), 10–14.

Martana, S. P., & Hafilda, H. (2021). Kriteria Ruang Sekolah Khusus Penyandang Autisme. Waca Cipta Ruang, 7(1), 18–26. https://doi.org/10.34010/wcr.v7i1.4749

Putri, D. M. B., Palupi, F. S. R., & Cardiah, T. (2015). Kajian Interior Pada Ruang Kelas Paud Autis Di Klinik Terapi Our Dreams Bandung the Study of Interior of Autistic Preschool Classroom At Our Dreams Bandung Therapy Clinic. 2(2), 856–864.

Ramadhanty, D. M., & Natalia, T. W. (2020). Penerapan Healing Environtment Pada Ruang Landscape. 1(September), 1–5.

Downloads

Published

2023-12-20